Drama Termahal 2018, ‘Mr Sunshine’ Bukan Drama Saeguk Biasa

Enda RM

Mengangkat masa-masa akhir kekaisaran Joseon, drama Mr Sunshine menunjukkan betapa perjuangan dan kemerdekaan suatu bangsa melibatkan peran banyak pihak dari berbagai kelompok dan golongan.

Drama Mr Sunshine berkisah tentang Choi Yu-jin (diperankan Kim Kang-hoon), seorang bocah yang pada usia sembilan tahun, terdampar di Amerika oleh keadaan. Ayah-ibunya yang budak, meninggal secara tragis ketika hendak kabur dari tuannya di Joseon. Berpuluh tahun kemudian, dia kembali ke tanah kelahirannya sebagai Kapten Marinir Amerika Serikat dan bertekad balas dendam pada orang-orang yang telah memporak-porandakan keluarganya.

Yu-jin merupakan bocah cerdas yang lahir dari keluarga budak, kasta terendah di Joseon. Ibunya yang cantik, hendak dijual tuannya, Kim Heon-seob, seorang pejabat dan tuan tanah yang memiliki harta terbanyak setelah Kaisar. Tak ingin keluarganya tercerai berai, sang ayah mencoba membawa anak istrinya kabur. Malangnya, rencana itu gagal dan ayahnya disiksa hingga mati. Ibunya yang putus asa, menyandera menantu Tuan Kim yang tengah hamil besar dan menyuruh Yu-jin kecil kabur sejauh mungkin. Setelah memastikan anaknya aman, sang ibu melepaskan sanderanya yang tiba-tiba saja melahirkan.

Ditolong pengrajin keramik Hwang Eun-san, Yu-jin kecil berhasil selamat dari kejaran para pemburu budak. Tuan Hwang kemudian menitipkannya pada seorang misionaris Amerika bernama Joseph, yang akhirnya membawa Yu-jin ke negeri Paman Sam, menaiki kapal perang selama Shinmiyangyo (ekspedisi Amerika Serikat ke Korea tahun 1871).

Amerika bukanlah negeri yang ramah terhadap bocah Asia. Demi bertahan hidup, Yu-jin bekerja serabutan dan terus-menerus menerima cercaan anak-anak setempat. Namun dengan tekad yang kuat, dia akhirnya berhasil menjadi bagian dari militer Amerika, sebagai Kapten Marinir Eugene Choi. Nama Eugene diberikan oleh Joseph karena memiliki kesamaan bunyi dengan Yu Jin. Nama Eugene memiliki arti Yang Mulia dan Bijak.

Ketika menginjakkan kaki ke Joseon pada 1903, Kapten Eugene Choi (diperankan aktor kawakan Lee Byung-hun) mendapati negeri itu telah banyak berubah. Reformasi GABO tahun 1894 yang menghapuskan perbudakan, mengubah tatanan hidup masyarakat. Sebagai pimpinan marinir AS, Eugene terlibat dalam rumitnya pendudukan Joseon oleh Amerika, Jepang, Rusia, serta konflik internal kekaisaran, dan pemberontakan dari dalam negeri.

Ia tinggal di Hotel Glory kamar 304, bersebelahan dengan Kim Hui Seong (diperankan Byun Yo-han), cucu dari Tuan Kim yang telah membunuh orangtuanya. Berbeda dengan kakek dan ayahnya, Hui Seong memiliki kepribadian yang lembut dan hangat. Ia pemuda terpelajar yang lama berada di Jepang dan merupakan tunangan Go Ae-shin (Kim Tae-ri), seorang gadis cantik dari keluarga bangsawan.

Tema Sejarah

Di awal penempatannya di Joseon, kasus pertama yang ditangani Eugene adalah pembunuhan empat orang Jepang dan seorang warga Amerika di wilayahnya. Pembunuhan itu, melibatkan dirinya dan Go Ae-shin, yang meskipun perempuan bangsawan, ternyata diam-diam terlibat dalam organisasi pemberontak bernama Pasukan Kebenaran.

Ae-shin adalah cucu dari Go Sa-hong, bangsawan sekaligus cendikiawan yang menjadi salah satu guru Kaisar Joseon. Ayahnya Go Sang-hwan (Jin Goo) adalah putra lelaki keluarga Go yang menikah dengan perempuan biasa Kim Hui-jin (diperankan Kim Ji-won). Kedua orang tuanya adalah anggota Pasukan Kebenaran yang tewas terbunuh di Jepang ketika dirinya masih bayi.

Di sisi lain, ada Gu Dong Mae (diperankan Yoo Yeon-seok), seorang jawara dari Perkumpulan Musin, sebuah organisasi mafia yang disegani di Jepang. Dong Mae yang memiliki nama Jepang Sho Ishida, memiliki latar belakang sebagai anak jagal miskin dari Joseon yang meninggalkan ayah ibunya karena tak tahan terus-menerus hidup sengsara dan terhina. Di masa kecil, Ae Shin pernah membantunya selamat dari maut. Sejak saat itu, ia jatuh hati pada putri bangsawan tersebut, meskipun cintanya hanya bertepuk sebelah tangan.

Lalu ada Hina Kudo (Kim Min-jung), pemilik Hotel Glory tempat Eugene dan Hui Seong tinggal. Perempuan cantik dan anggun tersebut, memiliki nama asli Lee Yang-hwa dan merupakan perempuan asli Joseon. Ia menggunakan nama Jepang setelah berganti kewarganegaraan pasca menikah dengan almarhum suaminya yang asli Jepang. Hina memiliki koneksi yang luas dengan berbagai pihak. Ia merupakan anak Lee Wan-ik, pejabat Joseon yang berkhianat dan berpaling kepada Jepang. Di masa lalu, Wan-ik adalah pembunuh kedua orang tua Ae Shin.

Pertemuan Ae Shin dan Eugene yang berulang-ulang di banyak kejadian rumit, membuat Sang Kapten semakin penasaran dengan si putri bangsawan. Jika awalnya Uegene berniat mendekati Ae Shin karena si gadis adalah calon menantu keluarga Kim (tunangan Kim Hui-seong), pada perjalanannya ia sungguh-sungguh jatuh hati padanya. Dan itu harus dibayar mahal karena keterlibatannya dengan Ae Shin mengantarkannya lebih jauh pada perjuangan si gadis untuk tanah airnya.

Hubungan yang rumit antara Eugene Choi, Hui Seong, Gu Dong Mae, Go Ae-shin, dan Hina Kudo, pada perjalanannya menjadi pertalian yang unik antara orang-orang asal Joseon dengan afiliasi masing-masing, dengan caranya sendiri-sendiri, mereka mengambil peran dan berjuang bagi tanah airnya.

“Orang Amerika memanggilku orang Joseon, dan orang Joseon memanggilku orang Amerika. Entah jalan mana yang akan kupilih mulai sekarang?” ucapan Eugene Choi pada sebuah percakapan ini, seolah mewakili tokoh-tokoh utama lain dalam cerita. Satu-persatu tokoh mempertanyakan diri mereka sendiri, lalu mulai memperjuangkan harapannya.

Hui Seong si bangsawan terpelajar manja yang sibuk dengan urusan dan konflik pribadinya sendiri, mulai terlibat dengan perjuangan Joseon setelah mengenal dan memahami Ae-shin. Gu Dong-mae yang menjadi cecunguk Jepang, kerap berada di pihak Ae Shin yang justru anti Jepang. Ae Shin yang putri bangsawan dan cucu dari guru kaisar, justru bergabung dengan pemberontak dan rela meninggalkan hidup mewahnya demi kemerdekaan bangsanya. Sedangkan Eugene Choi, demi cintanya pada Ae-shin, telah masuk terlalu jauh dan keluar dari posisinya sebagai Kapten Marinir Amerika Serikat.


Hubungan yang rumit antara Eugene Choi, Hui Seong, Gu Dong Mae, Go Ae-shin, dan Hina Kudo, pada perjalanannya menjadi pertalian yang unik antara orang-orang asal Joseon dengan afiliasi masing-masing, dengan caranya sendiri-sendiri, mereka mengambil peran dan berjuang bagi tanah airnya.

Drama Mr Sunshine ini menarik karena mengangkat tema sejarah di masa-masa krusial Joseon oleh berbagai konflik internal dan eksternal pada akhir abad 19 dan awal abad 20. Banyak pihak menilai, Mr Sunshine adalah naskah terbaik yang dibuat Kim Eun-sook, yang juga merupakan penulis naskah drama hits Secret Garden (2010), The Heirs (2013), Descendant of The Sun (2016), dan Goblin (2017).

Dicuplik dari wikipedia, para kritikus budaya memuji drama ini sebagai dongeng yang mendalam dan membantu meningkatkan kesadaran pemirsa akan sejarah.

Rating Tinggi

Pertama kali diputar pada Sabtu, 7 Juli 2018 pukul 21.00 waktu Korea, drama ini langsung merajai rating dengan perolehan di episode terakhir mencapai 18,129 persen secara nasional. Untuk penayangan di Seoul, ratingnya mencapai 21,828 persen, merupakan rating tertinggi yang pernah tercatat untuk TV kabel. Hal ini dipengaruhi banyak faktor, termasuk aktor dan artis yang digandeng pun merupakan para bintang papan atas.

Lee Byung-hun merupakan aktor senior yang telah malang-melintang di berbagai drama dan film, baik lokal maupun internasional. Byung-hun membintangi film-film Hollywood seperti G. I. Joe: The Rise of Cobra (2009), G. I. Joe: Retaliation (2013), Red 2 (2013), Terminator Genisys (2015), Misconduct (2016), The Magnificent Seven (2016). Di Korea Selatan, puluhan kali Byung-hun memenangkan penghargaan bergengsi sebagai aktor terbaik.

Terpaut 20 tahun, Kim Tae-ri berhasil mengimbangi Byung-hun dan menunjukkan chemistry yang baik. Meskipun ini adalah penampilan pertamanya di drama televisi, banyak pihak memujinya telah membawakan karakter Ae-shin dengan sangat baik. Sebelumnya Tae-ri adalah artis layar lebar di film Moon Young (2015), 1987: When The Day Comes (2017), dan Little Forest (2018).

Meskipun diputar di jaringan TV kabel, Mr Sunshine merupakan salah satu drama dengan biaya sangat mahal. Setiap episodenya, menghabiskan sekitar Rp 19 miliar atau total Rp 380 miliar hingga tamat di episode 24. Lee Byung-hun bahkan kabarnya dibayar hampir Rp 2 miliar per episode. Menurut laporan sebuah media lokal, aktor kawakan ini menerima 3,6 miliar Won atau sekitar Rp 46,3 miliar untuk seluruh episode.

Sinematografinya yang digarap dengan standar film-film box office, menjadikan drama ini sangat layak dijadikan pilihan. Apalagi, produksinya dilakukan oleh Studio Dragon, salah satu studio besar di Korea. Mr Sunshine juga ditayangkan secara streaming oleh Netflix yang merupakan raksasa streaming dunia. Penasaran? Yuk kepoin dramanya. (*)